Festival Budaya dan Hari Pangan Sedunia SD Katolik RICCI I

Bulan Oktober merupakan bulan Bahasa dan Sastra Indonesia. Peringatan ini setiap tahun dirayakan untuk mengajak peserta didik memahami dan mampu menghayati makna sejarah Sumpah pemuda yang dikumandangkan tanggal 28 Oktober 1928. Konggres Pemuda II menyatakan semangat untuk bersatu dalam usaha mencapai kemerdekaan bangsa. Semangat kebangsaan inilah yang harus terus menerus ditanamkan di dalam diri peserta didik.

Untuk perayaan peristiwa tersebut, pada hari Jumat 25 Oktober 2019, SD Katolik Ricci merayakan Bulan Bahasa dan Sastra Indonesia sekaligus peringatan Hari Pangan Sedunia. Kemasan acara peringatan adalah Festival Budaya Indonesia dan Hari Pangan Sedunia. Ibu Dessy, mewakili Kepala Sekolah , yang sekarang ini sedang mengikuti Diklat Penguatan, dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa tujuan kegiatan peringatan Oktober ini juga untuk membantu peserta didik memahami kekhasan Indonesia. Kepada anak-anak diperkenalkan daerah dan makanan daerah agar dengan demikian dikemudian hari mereka tidak hanya mengenal tetapi juga mencintainya. Kita mencintai Indonesia karena kita mengenal dan memahami Indonesia.

Tema Hari Sumpah Pemuda tahun ini adalah “Kita Bersatu Kita Maju”. Tema Bersatu Kita Maju sesungguhnya diperuntukkan untuk seluruh elemen bangsa, tetapi bagi pemuda menjadi keharusan karena di tangan pemuda lah Indonesia bisa lebih maju. Pemuda untuk Indonesia maju adalah pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia.

Untuk memeriahkah perayaan ini ada dua kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini:

1. Festival budaya
Festival budaya daerah di isi dengan tari-tarian daerah oleh setiap tingkat kelas. Masiang-masing kelas menyajikan tarian sesuai dengan daerah yang mereka pilih. Kelas 1 menampilkan Tari Manuk Dadari dan lagu Cingcang Keling, kelas 2 menampilkan kolaborasi tarian Jogja, kelas 3 menampilkan tari Kecak, kelas 4 menampilkan tari Poco-Poco, kelas 5 menampilkan tari Indang. Sedangkan kelas 6 menampilkan modern dance dan lagu Doraemon (Jepang).

2. Basar makanan tradisional
Untuk basar makanan tradisional ini dihadirkan berbagai makanan dari 6 daerah yang ada di Indonesia: Yogyakarta, Sulawesi, Bali, Jawa Barat, Minangkabau, dan satu Negara tetangga yakni Jepang. Masing-masing stand makanan berupaya untuk menyajikan makanan sesuai dari daerah masing-masing. Dengan penyanjian model ini diharapkan peserta didik mengenal daerah dan makanan khas mereka. Sedangkan guru-guru menyajikan kue lapis, “grontol jagung” dan klepon.

Setelah acara festival budaya selesai, dilanjutkan dengan basar makan. Semua peserta didik dapat belanja menggunakan kupon. Rata-rata harga kupon Rp. 5.000,-

Hal yang menarik antara lain, pada awal basar stand makanan Jepang yang paling padat pengunjungnya,
Semoga mereka semua tetap mencintai Indonesia dalam segala keragamannya.

Penulis : Robertus S.