Retret Kelas 6 Magical Live In God

Rabu-Jumat, 13-15 November 2019, kami dari kelas 6 melakukan kegiatan retret. Pada kegiatan ini, kami diajak untuk menjauhkan diri sendiri dari lingkungan keseharian. Tema kegiatan retret adalah “Magical Live in God”. Retret diadakan di Bukit Doa El Shaddai, Lembang.

Pukul 07.15, kami berangkat menuju Lembang menggunakan bus. Kami juga ditemani oleh guru-guru. Di bus kami tidur, makan, bermain, dll. Sesampainya di sana, kami makan siang dan merapikan kamar. Kami juga diminta untuk mandi dan beristirahat. Setelah itu, kami melanjutkan kegiatan di ruang aula untuk melakukan sesi pembukaan.

Saat sesi pembukaan, kami berjumpa dengan pembina yang akan memimpin pada saat retret, yaitu Kak Abas, Kak Crist, Kak Imas, dan Kak Andre. Pada sesi pembukaan, kami membaca Alkitab salah satunya adalah injil Matius 15 : 1 – 11 dan menonton film sesuai injil tersebut.

Besoknya, kami bangun pukul 05.30. Kami bersiap-siap lalu menuju ruang aula untuk doa pagi dan melakukan sesi. Di sesi ini, kami diceritakan dampak-dampak era digital. Pukul 14.00, kami melakukan kegiatan outbond. Meskipun membuat kami basah dan kotor, sesi ini sangat mengesankan bagi kami karena mengikuti kegiatan yang seru dan menyenangkan.

Kami selesai melakukan outbond pada jam 6 sore. Selesai melakukan kegiatan outbond, kami mandi dan makan malam. Kami mulai melakukan sesi pada jam 8 sampai jam 11 malam. Sesi pada malam itu, kami diajarkan untuk bersyukur dan menghormati orang tua. Itu merupakan malam terakhir kami.

Hari terakhir tiba, kami pun bergegas mempersiapkan diri kami. Kami melakukan sesi penutup dan misa. Pada sesi penutup, kami bermeditasi,menulis komitmen,dan misa. Selesai misa, kami makan siang. Jam 1 siang, kami kembali ke Jakarta dan sampai di Citywalk jam 7 malam.

Perasaan kami sangat senang setelah mengikuti retret. Saat retret kami bernyanyi, menari, dan berdoa bersama. Kami semakin bersemangat. Retret ini membuat kami mendapatkan ilmu pengetahuan, meningkatkan kerja sama tim, mengenal satu sama lain, pribadi yang lebih baik, dan dapat lebih mengenal Tuhan.

(Jessica Amanta)